SERPIHAN YG TERSERAK, Ketika tinggal Iman dan Takwa yang tersisa saat kehidupan memandang hina.. Saat smua meninggalkan dan berpaling..

Ya Allah.. Bgitu banyak hal tjadi..
Terjadi dalam satu hentakan.. Tiba2 smua datang bersamaan.. Bersamaan smua menyerang hingga menjadi saru antara kesalahan yg benar2 dilakukan tercampur aduk dengan cerita2 dari berbagai pihak dengan berbagai macam kepentingan menghantam.. Dunia yang ramah menjadi begitu kejam dan keji dalam penghakiman..

Kehidupan yang stiap hari mulai terusik itu tiba2 dihampiri prahara.. Dihampiri petaka.. Sbuah tragedi ketika kepercayaan yang diberikan disalah gunakan.. Ironisnya disalah gunakan dengan berbagai macam karangan cerita dan alasan guna mencapai apa yang ditujukan…

Tidak perduli bahwa karangan cerita tanpa sepengetahuan ku terdengar tidak masuk akal bahkan terdengar biadab dan kebiadaban tersebut meluluh-lantakkan kehidupan ku..

Seorang istri yg aku kagumi, aku cintai dan yang aku jaga diriku sedapat mungkin untuk banyak di rumah agar hatinya merasa aman dan nyaman tiba2 terhentak saat petaka tiba.. Ia terdiam,

Ia terdiam dalam bgitu banyak pertanyaan di kepalanya, Ia terdiam saat aku menghantarkan diriku semata agar keluarga ku terjaga. Kuserahkan diri ku dalam sebuah penahanan karena kecintaanku kpd keluarga ku, kecintaan ku kepada istriku jg kecintaanku kepada anak2ku.. Ku serahkan diri ku atas nama cinta untuk keselamatan mereka.

Layaknya seorang srikandi yang maju ke medan perang Istriku berdiri dengan elok dan gagah menelan smua cemoohan, menelan smua berita, menelan smua cerita yang smua terkumpul dari yg nyata, saru hingga fitnah..

Smua menjadi satu bak tragedi alam menghempas perasaannya, namun dengan elok Ia tetap berdiri.. 11 tahun aku mengenal nya dan 11 tahun aku bersamanya, tergambar dalam benakku dikesunyian kamar penahananku bagaimana Ia yang sangat ku cintai memiliki kemampuan dan keberanian untuk berdiri dengan elok dan tetap gagah menghadapi cobaan

Ia berdiri dalam diam menahan perih dan pedih.. Seolah lelah menghadapi smua hingga Ia tetap memilih diam tanpa menanyakan kepada ku tentang apa yang terjadi.. Bertanya kepada ku tentang crita mana yang benar, critan mana yang saru dan crita mana yang nyata2 fitnah..

Ia memilih diam.. Bahkan memilih membisu dariku hingga sepucuk surat dari pengadilan agama tiba ditangan ku tdk sampai sebulan sejak prahara itu datang menghempas.. Surat yang meminta ku melepasnya.. Melepas belahan hati yang telah 11 tahun bersama.. Yang dalam 11 tahun itu pun pernah kami sebelumnya juga berpisah secara resmi..

Dalam diam dan kebisuannya dia meminta ku melepasnya tanpa meminta penjelasan dariku, tanpa ingin tahu mana yang nyata dan mana yang fitnah.. Smua sudah kadung bercampur menjadi satu dalam denting yang menghentak hati nya dengan sangat pedih..

Dia yang selama ini menjadi tambatan hatiku, yang tidak lain keinginan ku hanya ingin melihatnya tersenyum, membahagiakannya dan menjadi kebanggan baginya tiba2 harus pergi dari kehidupan ku. Bahkan pergi bersama dengan anak2ku. Anak2 yang sangat aku cintai… Anak2 yang hampir setiap waktunya dirumah bersamaku itu harus pergi dari kehidupanku..

Smua hilang dan sirna.. Sirna dari kehidupanku.. Hilang dari penglihatan ku.. Hilang dari jangkauan ku.. Hilang dari pelukanku.. Hilang dari mimpiku akan masa depan.. Dan hilang pula lah kesempatan ku melihat pertumbuhan buah hati ku..

Kehilangan itu tidak cukup sampai disitu saja.. Ketika smua telah hilang dan sirna Ia tetap terdiam tanpa sepatah katapun yang mampu terucap hingga kini dan entah hingga kapan ini akan terjadi..

Hanya Allah… Tuhanku Yang Maha Agung yang mampu menyampaikan kerinduan hati ini kepadanya dan kepada kedua buah hati ku.. Duhai Tuhan ku Yang Maha Suci yang dengan kesucian Mu Engkau mampu melihat kemurnian hati hambaMu sampaikan lah keriduan ini kepada nya. Sampaikan lah perih hati yang kurasakan tidak kalah perih karena telah kehilangan dirinya..
Prahara dalam kehidupanku terus berjalan.. Pelaku pengarang cerita fitnah yang ketika cerita itu terkumpul menjadi satu menghantam istriku dan keluarga ku hingga sulit untuk dibedakan mana yang keluar dari mulutku dan mana yang merupakan karangan dia yang seorang teman, dia yang seorang sahabat, dia yang aku anggap sebagai saudara bahkan pernah aku tolong keluar bebas dari sebuah pengadilan itu lari..

Dia, Seorang teman yg jg sahabat dan layaknya kerabat lari menghilang seolah ditelan bumi.. Tanpa tanggung jawab.. Seperti tanpa rasa apapun ditilik dari bencana yang telah dia bawa dalam kehidupanku..

Tinggalah aku seorang diri tanpa bisa bicara dan berkomunikasi kepada anakku sejak september kelabu tersebut.. Tinggallah aku seorang diri berpegang teguh kepada kasih Tuhanku yang begitu dahsyat nya memberikan cobaan.. Begitu dahsyatnya Tuhanku memberikan peringatan.. Begitu dahsyatnya Tuhanku mengingatkan akan kelalaian ku..

Namun dalam kedahsyatanNya tersebut ada kasih indah dariNya menyelimuti jiwa ku.. Menghangati kehidupanku yang sedang luluh-lantak dan terserak. Secercah semangat baru yang jauh berbeda dan belum pernah aku rasakan sabelumnya yakni semangat Ketuhanan.

Dalam sedih, terpukul, dikhianati, perih, pedih dan di sebuah tempat yang rata2 semua orang melihatnya sebagai tempat yang sangat hina, tempat yang sangat memalukan, tempat untuk org2 terbuang, tempat bagi sampah masyarakat, tempat yang banyak ditakuti orang, tempat dimana orang2 menjauhinya yakni tempat yang ternyata tidak smua org bersalah ada disana.

Namun di tempat itu lah Allah Penguasa Alam Semesta, Pencipta Jagat Raya, Pemilik Hari Kiamat menemaniku dari detik ke detik, dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan.. Tuhanku menemani hariku skaligus mengisi jiwaku.. Mengajarkan ku banyak hal dengan caraNya yang sangat unik..

Sang Penguasa Alam Semesta memberiku kekuatan, memberiku hidayah, memberiku kasihNya.. Kehangatan Kasih yang belum pernah sebelumnya aku rasakan dimanapun, kecuali saat aku di tanah suci, kehangatan yang belum pernah aku rasakan dimanapun di belahan bumi ini kecuali saat bibir dan tubuhku bergetar ketika ku lafadzkan labbaik allahumma labbaik.. Kehangatan yang sama tersebut menyentuh diriku laksana sbuah kerinduan yang terobati

Dalam kehinaan aku mengumpulkan bagian dari diriku yang terserak, memandang kedepan dan memaknai kehidupan dan peristiwa.. Keagungan Tuhanku telah menjadikan ku manusia yang mampu melepas semua beban yang menghimpitku semata hanya karena kasihNya yang hanya menyenggolku tapi mampu membuat ku lepas dalam ikhlas.. .

Dalam kehinaanku aku melihat ke dalam hatiku.. Semuanya terlihat jelas.. Bahkan terlihat dengan sangat jelas.. Dalam kehinaanku aku me-re-evaluasi kodrat ku sebagai manusia..

Sebagai manusia yang telah kehilangan smua yang berharga dan berarti dalam kehidupannya aku menemukan banyak hal.. Yang paling utama ku temukan itu adalah smua jawaban dari kehidupan “terbukti” telah tertulis dalam kitab suci yang Tuhanku turunkan melalui Nabiku tercinta Muhammad SAW..

Al Qur’an ku nan suci bukan hanya sekedar sbuah kitab yang dinyatakan suci namun sbuah kitab yang dapat berbicara dan menjawab smua pertanyaan dlm kehidupan.. Baik tentang dunia maupun akhirat..

Stiap hari aku membaca nya untuk lebih tau… Stiap hari pengetahuan ku smakin bertambah seraya tumbuh mnengikat hatiku.. Sayangnya ada sebuah keyakinan dalam hati kalau ternyata rata2 masyarakat saat ini sangat sedikit yang ingat bahkan tahu manfaat Qur’an bagi kehidupan sebagai pegangan, sebagai petunjuk dan sebagai penerang bagi mereka yang kehilangan arah..

Ironis ktika melihat kehidupan yang banyak terjadi sekarang telah berubah.. Sangat menyedihkan ketika Qur’an sudah bukan menjadi tolak dasar aturan hukum dan peringatan bagi penganut agama islam..

Masyarakat sosial ku saat ini telah kehilangan jati dirinya sebagai kaum muslimin dan muslimat. Rata2 dari mereka yang ada sekarang itu hanya “sekedar” penganut agama islam dimana aturan telah mereka buat sendiri.. Dimana aturan Tuhanku yang nyata2 tertulis halal atau haramnya bahkan dosa atau tidaknya sudah tidak lagi begitu berarti ketika dihadapkan pada kepentingan masing2..

Zaman skrg manusia telah berani mengesampingkan perintah Tuhanku, mengesampingkan aturan Tuhanku apabila dirasa bertentangan dgn kebutuhannya..

Qur’an ku nan suci yang diturunkan sebagai penerang, penuntun, petunjuk dan pedoman kini diperlakukan layaknya seperti sebuah dogma sendal di masjid, yakni ambil yang baik dan tinggal kan yang buruk.. Herannya fenomena tersebut telah menjadi hal yang lazim di masa kini.

Aku yang saat ini berdiri hina dalam smua tatapan orang2 yang mengenalku..

Aku yang saat ini berdiri seorang diri dalam sbuah kehilangan yang besar, kehilangan atas cinta ku dan cinta buah hatiku.

Dan Aku yang saat ini berdiri dalam keterpurukan, yang saat berdiri dalam nadir terendah di panggung kehidupan manusia.

Sekali lagi dunia yang terlihat ramah namun semakin hari semakin kejam dan orang2 semakin jauh dari laranganNya.. Semakin jauh dari aturanNya..

Seolah ada kebanggaan dalam diri mereka yang menafikan Qur’an ku nan suci.. Dengan sadar mereka mengoyak2 keagungan Firman Tuhanku. Seolah mereka bangga akan kemampuan diri mereka dan tanpa sadar mereka telah bermain Tuhan dalam kehidupan..

Dalam kerendahanku kini aku berdiri atas nama Tuhanku Yang Maha Esa, Tuhan Yang Tiada Yang Pantas Disembah melainkan hanya Allah SWT..

Aku berdiri atas nama Tuhanku untuk menatap bagaimana kehidupan ku ke depan tanpa anak2ku.. Bagaimana kehidupanku setelah aku kehilangan yang ku cinta.. Bagaimana kehidupanku setelah semua hilang dan setelah semua sirna dalam sekejap..

Sejujurnya hingga kini aku tidak tahu jawabannya. Aku tidak memiliki jawaban atas pertanyaan hati ku tersebut.. Sungguh aku tidak tau hidup bagaimana kehidupan nanti tanpa anak2ku..

Yang aku tau hanya Tuhanku bersama ku.. Yang aku tau Tuhanku mengisi dan memenuhi hari2ku dengan hebat dalam kehangatanNya,

Yang Maha Esa itu memenuhi bilangan hatiku dan menyadarkan aku betapa tidak ada yang perlu aku khawatirkan ketika aku bersamaNya..

Yang Maha Suci itu mengajarkan ku untuk selalu membesarkan Qalbuku untuk mendapat divinity yakni keillahian..

Bahkan Tuhanku Yang Maha Menggenggam semesta ini mengajarkan ku untuk bisa memerintah hati ku agar tidak larut dan terjerumus dalam bisikan setan yang terkutuk..

Yang Maha Agung itu pun menunjukkan bahwa aku bisa memerintah hatiku agar slalu tetap terjaga krn di hati lah Tuhanku bersemayam dalam setiap ciptaannya..

Wahai hati… Tuhanku lbh besaaaarrr dr segala kesedihan mu.. Lbh besaaarrrr dari segala keburukan yang mampu mengisi dan menguasaimu.. Bersucilah kau atas nama Tuhanmu.. Bersucilah kau untuk Tuhanmu..

Kini Tuhanku Yang Maha Esa, Allah SWT memenuhi relung hati ku.. Mengajari ku untuk selalu merasa rendah agar aku terjauhkan dari rasa tinggi hati.. Mengajariku untuk tidak takut terhadap apapun kecuali kepadaNya..

Dalam kehinaan ku aku berdoa untuk semua praharaku, aku berdoa untuk kehidupan yang yang meninggalkan ku.. Berdoa untuk kecintaanku.. Ya kecintaanku, ibu dari anak2ku..

Dalam titik terendah di tatanan masyarakat sosial ini, dalam cemoohan dan hinaan dari masyarakat sekitar, dalam cacian dan tertawaan mereka yang merendahkan ku, aku serahkan jiwa, raga dan hidupku kepada Tuhanku..

Kuserahkan jiwa, raga dan hidupku kepada Tuhan ku… Tuhan Yang menentukan kehidupan ciptaanNya.. Tuhan yang menguasai hari kiamat.. Tuhan pemilik singgasana yang agung.. Tuhan yang nyata2 menemani ku saat smua telah pergi.. Saat smua berpaling bahkan saat smua hilang dari kehidupanku..

Tuhanku ada, Tuhanku menemani ku, Tuhanku mengisi hatiku bahkan memenuhinya dengan kekuatannya yang Maha Suci.. Yang justru membuat ku terkejut justru Allah SWT lah satu2nya yang menemaniku disaat teman2ku, disaat kerabat2ku, disaat saudara2ku, disaat rekan2ku dan disaat sebagian dari keluargaku sedang asyik sibuk larut menghinaku.. Sibuk mencercaku dan sibuk merendahkanku diriku…

Tidak sedikit pula yang melecehkanku.. Bahkan hingga melecehkan agamaku, melecehkan keimananku kpd Tuhanku yang sebenarnya hanya Tuhanlah yang pantas menilai keimananku baginya

Diriku yang hina dan sangat rendah dimata manusia ini mencoba untuk menceritakan kepada saudara2 ku kaum muslimin dan muslimat, mencoba mengetuk relung hati smua ciptaan Tuhan..

Mengetuk kita sekalian sebagai ciptaanNya bahwa sebagai manusia kita bukanlah mahkluk tertinggi. Untuk itu tidak ada yang perlu kita sombongkan.. Untuk itu manusia tidak perlu merasa unggul..

Sebagai ciptaannya manusia tidak perlu merasa diri lebih tinggi sebab manusia itu sesungguhnya rendah.. Yang meninggikan derajat manusia diatas hewan itu adalah akhlak, adalah hati dan adalah qalbu yang tanpanya manusia tidak lebih sama dengan hewan apapun.

Ya Tuhaan… Kini aku berdoa diatas segala kehinaanku dimata ciptaan Mu.. Aku berdoa diatas sgala kerendahan ku.. Aku berdoa diatas puing kehidupanku yang terserak.. Aku berdoa atas nama Mu, dan aku berdoa untuk smua kehidupan yang terkait diriku

Ya اَللّهُ .. Ya Tuhanku..Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Engkau lah Tuhan pemilik singgasana Yang Agung dimana keagungan semata dan mutlak hanya milik Mu. Engkau Tuhanku yg Maha Berkuasa dmana sesungguhnya Kekuasaan mutlak milik Mu semata..

Duhai Engkau pemilik Hati yang Engkau ridhoi dan Hati yg Engkau gelapkan.. Engkau lah Tuhan yang memberi manfaat juga mengambil manfaat dari hambaMu. Engkau lah Tuhanku Yang Maha Memberi Kebahagian, baik kebahagiaan yang sangat nyata bagi org2 yang mensyukuri nya juga kebahagian semu bagi org2 yang telah Engkau gelapkan hatinya..

Duhai Engkau Tuhan yang dengan pengetahuanMu yang tak berbatas dmana pengetahuan yang telah ada dalam kehidupan manusia sesungguhnya masih amatlah jauh dengan pengetahuan Mu sebab ilmu dan pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia hanyalah mrupakan berkah dan rahmat dari Mu..

Yang mana Ilmu dan pengetahuan dari Tuhanku juga sebenarnya merupakan cobaan bagi umat manusia, cobaan bagi mereka yang mrasa dirinya hebat. Cobaan bagi mereka yang smakin hari smakin larut dan semakin menggila dengan kekuasaan, semakin gila dengan kehormatan, semakin haus hingga menjadikan mereka seolah bermain Tuhan..

Cobaan bagi mereka yg alih2 menafikan Mu dan menganggap hebat atas diri nya karena kemampuan yang dimilikinya padahal tak sehelai daun pun jatuh melainkan atas kehendak Mu, melainkan atas perintah Mu.. Ampuni aku yang sering kali mrasa demikian.. Ampuni aku yang sering merasa hebatnya diriku Ya Allah..

Duhai Engkau Tuhan Yang Maha Memiliki. Tuhan Yang Maha Menentukan takdir juga menentukan kehidupan hamba Mu, ampunilah kesalahan kdua org tua ku. Lapangkanlah kubur ayahku, jauhkan lah ia dari siksa kubur Mu, terangi kuburnya dengan cahaya Mu, terimalah ia dan angkatlah derajatnya di sisi Mu Ya Rabb..

Wahai Engkau Tuhan ku Yang Maha Agung.. Ampunilah kesalahan serta dosa ibuku.. Ibu yang sedari aku kecil tiada hentinya aku susahkan..

Ibu yang apabila aku membaca dlm kitab Mu Al Qur’an nan suci sesungguhnya aku telah durhaka dan bergelimang dosa kepada Ibuku.. Ampunilah Ayah dan Ibuku Ya Rabb. Hapuskanlah kesalahan serta dosa2 mereka Ya Tuhanku..

Kepada Engkau Tuhanku Yang Maha Suci.. Beri hamba mu ini kesempatan untuk berbakti kepada Ibuku dan menunaikan kwajiban anak kpd Ibunya agar aku tdk masuk ke dlm golongan orang yang merugi..

Beri hambamu kesempatan untuk dapat brangkat kembali ke tanah Mu yang suci beserta Ibu ku.. Menemani Ibuku bersujud bermunajat kepada Mu.. Bersama ibuku di baitul haram Mu dibawah baitul maqdis ku kan beritikaf untuk mengagungkan Mu dmana kemurnian hati ibuku yang telah seumur ku menatap dunia tidak pernah berpaling dari Mu baik dalam duka, terutama dalam suka.

Wahai Engkau Tuhan Yang Maha Suci.. Engkau Maha Mengetahui bahwa tiada hal lain yang ibuku inginkan selain anak beserta cucunya hidup dan tumbuh dengan penuh kecintaan kepada Mu dan Rasul Mu Muhammad SAW… Tidak ada yang ibuku harapkan selain anak dan cucunya menghidupkan sunnah Rasul Mu Rasulullah SAW

Illa hanna Ya Rabb. Kabulkanlah cita2 nya yang bgitu luhur terhadap keturunan2nya Ya Tuhanku..

Kabulkanlah cita2 dan doa Ibuku.. Kabulkanlah atas ketaqwaannya.. Kabulkanlah atas keimanannya.. Kabulkanlah atas ketakutannya.. Kabulkanlah atas keikhlasannya, terutama kabulkanlah atas keyakinannya kepada Mu..

Duhai Tuhanku. Hapuskanlah juga kesalahan serta dosa kakak2ku yang telah aku kecewakan bahkan telah aku sakiti hati mereka tanpa sengaja dengan kejadian2 yang sedang aku jalani..

Hapuskan juga dosa serta kesalahan adik2ku.. Adik2 yang Engkau takdirkan aku miliki namun tiada pernah aku berusaha menyambung silaturahim krn sifat sombong yang aku miliki trutama mrasa tinggi diri, mrasa unggul atas kenyataan bahwa aku berasal dari rahim ibu yg menjadi pasangan hidup pertama alm ayahku Ya Rabb..

Ya اَللّهُ Tuhanku Yang Maha Agung serta Maha Mengampuni hambaNya yang lalai.. Hapuskanlah kesalahan dan dosa2 org2yang telah aku sakiti yakni org2 yang tanpa sadar bahkan dengan sadar aku dzalimi.. Engkau lbh Tahu bilangan dosa dan kesalahan yang telah mereka lakukan trutama setelah apa yang aku perbuat atau merugikan mereka.. Ampuni kesalahan dan dosa mereka Wahai Tuhanku Yang Agung..

Ampunilah dan hapuskanlah dosa2 mereka Yaa Tuhanku, duhai Engkau Tuhan Yang Maha Memiliki hari pembalasan, ampuni dan hapuskan kesalahan mereka semata sbagai bagian dari penebusan ku atas kesalahan2ku serta atas dosa2ku kepada mrk..

Hapuskanlah juga kesalahan kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat Yaa Mu’izz. Muliakanlah sluruh kaum muslimin dan muslimat serta mukminin dan mukminat di dunia ini dgn smakin banyaknya tanda2 akhir jaman yang smakin kuat melawan jaman..

Duhai Engkau Tuhan pemilik Kekuasaan Yang Agung, ampunilah dosa dan kesalahan ibu dari anak2ku Ya Rabb. Yang Wallahu bi hisabb dengan pengetahuannya dan dengan kepedihan hatinya membuat dirinya merasa tau dan merasa benar atas sikap dan perilaku yang ia berikan padaku..

Ampuni Ia dalam menyikapi keadaan yang membuat kami hingga tercerai berai membuatnya terdiam dan membisu tanpa hendak bertanya kepadaku..

Ampuni Ia karena sesungguhnya sikap dan perilaku itu pun terjadi juga karena kesalahanku, karena tanggung jawabku, karena kekuranganku, dan karena kelalaianku sbagai imam yang gagal..

Tanggung jawabku pula lah dalam mendidiknya baik sbagai seorang muslimah utamanya juga sbg seorang istri yg sholeha sehingga aku telah gagal membina rmh tangga ku dalam jalan Mu yg sakinah, mawadah dan warahmah..

Ampunilah dan hapuskan kesalahan ibu dari anak2ku Yaa Waduud.. Engkau Maha Mengetahui bahwa kecintaan ku kepadanya masi menyertaiku hingga saat ini.. Kecintaanku kepadanya masih terasa dalam nafas ku dan dalam relung hatiku..

Engkau Yang Maha Mengetahui lebih mengetahui kasih sayangku sangat lah tulus kepadanya bahkan nyawa ku pun rela aku lepaskan untuk kepentingannya dan juga utk anak2ku..

Yaa Allah ampuni juga kesalahan dan dosa kedua org tua serta kakak2 dari ibu anak2ku trutama dalam menyikapi semua kejadian yang terjadi dlm kehidupan kami.. Smua yang saat ini nyata2 disebabkan oleh ku Yaa Kariiim..

Yaa Rahman, Yaa Rahiim, Yaa Maalik, Yaa Quddus, Yaa Salaam, Yaa Mu’min, Yaa Muhaimin, Yaa Aziiz, Yaa Jabbaar, Yaa Mutakabbir lindungilah anak2ku dari sgala bentuk kejahatan. Baik kejahatan yg Engkau Ciptakan, kejahatan yang nyata2 maupun yang terselubung. Terutama kejahatan dari godaan setan yang terkutuk, kejahatan dari fitnah dunia..

Kasihilah anak2ku dengan Kasih Mu Yaa Rahiim.. Lindungilah anak2ku sbagaimana Engkau lindungi anak2 yang sholeha di muka bumi ini sbelum kami..

Berikanlah mereka akhlakul karimah.. Jadikanlah mereka sbagai contoh perpaduan antara keindahan megahnya sebuah pikiran dengan ketaqwaan mereka yang tinggi kepada Mu.. Jadikan mereka sebagai contoh atas jaman yang semakin tidak terarah yang dengan kepintaraan ilmu dan teknologi membuat banyak manusia melupakan Sang Pencipta yakni Sang Pencipta sluruh khidupan.

Penuhilah hati serta akal anak2ku lebih pintar lagi dengan pengetahuan ilmu atas Ketentuan Mu, atas AturanMu dan jadikan mereka lebih taat lagi kepada perintah dan laranganMu…

Jdikanlah mereka sbagai peringatan bagi org2 yang menghina agama dan keimanan ku saat ini agar kelak mereka smua yg menghakimi dan mencaci agamaku krn perbuatanku serta kekurangan ku dapat melihat bahwa kasih Mu atas kami melindungi kami untuk akhirat nanti dan menyelamatkan kami utamanya di akhirat nanti..

Duhai Engkau Tuhan ku nan Agung dan welas asih… Yaa Mu’iid, Yang Maha Mengembalikan. Yaa Qahhar Yang Maha Memaksa.. Yaa salaam Yang Maha Menyelamatkan.. Yaa Wahaab Yang Maha Memberi.. Yaa Khafid Yang Maha Menjatuhkan.. Yaa Raafi Yang Maha Mengangkat.. Yaa Mudziil Yang Maha Memberi Kehinaan.. Yaa Muqiit Yang Maha Memberi Kekuatan.. Yaa Haqqu Yang Maha Benar.. Yaa Shamad Yang Maha Dibutuhkan.. Yaa Muqtadir Yang Maha Menentukan.. Yaa Tawwaab Yang Maha Menerima Taubat.. Yaa Dzaljalali Wal Ikraam Yang Maha Memiliki kebesaran.. Yaa Naafi Yang Maha Memberi kemanfaatan.. Yaa Nuur Yang Maha Bercahaya. Yaa Shabuur Yang Maha Penyabar – Bgitu indah nama2Mu dan sifat2Mu sbagai wujud dari keAgungan Mu Yaa Allah..

Duhai Engkau yang telah selesai menuliskan catatan kehidupan ku dari terlahir hingga kematianku nanti dan keberadaan ku sekarang ini, angkatlah derajatku trutama disisiMu dengan mengampuni ku atas sgala keburukan hatiku, ampuni aku atas keburukan akhlak ku, ampuni aku atas dosa2 ku yg Engkau lbh mengetahui dosa dari yang lebih kecil dari biji zarah dan dosa2 besar lainnya..

Duhai Penciptaku, Engkau Maha Mengetahui bagaimana aku menjauhkan diriku dari perbuatan musyrik yang nyata maupun yang terselubung namun apabila ada diantara sikap dan sifatku yang berkaitan dengan musyrik maka ampuni aku ya Rabbbbb… Ampuni aku atas ketidak tahuanku apabila pernah terjadi..

Wahai Engkau Tuhan ku yang begitu megah kekuasaan Mu, Beri aku sdikit dari kekuatanMu.. Beri aku sedikit dari sifat sabar Mu untuk menjalani apa yang telah selesai Engkau tulis alam kitab kehidupan ku.. Yang telah Engkau suratkan untuk sluruh hidupku saat Engkau tiupkan ruhku di kala aku masi berusia 4 bln dalam kandungan Ibuku..

Hapuskanlah catatan yang buruk dalam suratan hidup yang Engkau berikan Ya Rahiim.. Dengan nama Allah yang dengan namanNya sgala sesuatu yang brada di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Engkau lah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, kepada Mu lah aku berlindung, kepada Mu lah aku Beriman, kepada Mu lah aku bertawakal.. kepada Mu lah kami bersujud.. Kepada Mu lah kami menyembah Ya Rabb karena tiada yang pantas di sembah melainkan Engkau Tuhan Yang Maha Esa yang tiada beranak dan tiada pula diperanakkan..

Engkau lah Tuhan yang Tiada Tuhan melainkan hanya Engkau dan Nabi Muhammad SAW adlh utusan Mu. Engkaulah Tuhan yang menggenggam seluruh jiwa hambaMu termasuk Jiwa Rasulullah SAW.. Tuhan Yang Maha Esa nan Suci dimana atas keEsa-an Mu maka Kesucian pun mrupakan milik Mu semata.. Kabulkan lah dan terimalah doa ku karena kecintaan ku kpd Mu..

Duhai Tuhanku… Terimalah dan kabulkan lah doa ku.. Kabulkanlah doa ku namun bukan karena pahala yang aku miliki, bukan pula karena ibadah yang aku lakukan serta bukan karena bilangan dzikir yang aku lafadzkan untuk memuliakanMu. Kabulkanlah doaku bukan karena amalanku, karena betapa kecil, hina dan kotornya diri serta hati ini dihadapan Mu Ya Rabb..

Kabulkanlah doa dan permohonanku semata karena KECINTAANKU kepada MU Ya Raab..

Kabulkanlah doa dan permohonanku semata karena KECINTAANKU kepada MU sebab lain dari itu aku blm mampu mempersembahkan bagi Mu dalam sgala kekurangan dan kehinaanku..

Wahai Tuhanku Yang kepada Engkau lah aku berharap.. Kabulkan lah dan terimalah doa ku juga karena KECINTAAN Ibuku kepada Mu yang bgitu tulus kepada Mu terlepas dari sgala macam cobaan yang telah Engkau berikan kepadanya..

Wahai Tuhanku, telah Engkau tanamkan kecintaan ku kepada Mu melalui Ibuku sedari aku kecil yang tiada pernah Ibu ku pernah lepas dari bergantung kepadaMu.. Tiada pernah Ibu ku berpaling dari keagunganMu..

Duhai Tuhanku, Lindungilah Ibu ku dari segala kejahatan yang telah aku lakukan. Lindungi lah Ibu ku dari kejahatan dan kesewenang2an ciptaanMu.. Lindungi lah Ibu ku juga dari kejahatan yang Engkau ciptakan.. Jauhkanlah Ibu ku dari fitnah terutama fitnah kubur

Antaqabbal du’a ana Yaa Rabbul Arsyil Adzim. Antaqabbal du’a ana Yaa Awwal.. Antaqabbal du’a ana Yaa Aakhir.. Antaqabbal du’a ana Yaa Samii’.. Antaqabbal du’a ana Yaa Bashiir.. Antaqabbal du’a ana Yaa Rafii.. Barakallahu fiikum (semoga اَللّهُ memberkahi).
آمين..
اللهم تقبل هذا الدعاء..
ومنك الاجابة..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s