Manusia VS DOSA

Pernah tidak kita terpikir, mengapa kita, ciptaan-Nya koq sepertinya tersurat memiliki dosa?

Kenapa Allah SWT tidak membuat semua manusia terlepas dari dosa dan semua manusia langsung masuk kedalam surga?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka” (HR. Muslim)

Dinukilkan dari Ibnu Qayyim kalau Allah SWT mengatakan Nabi Adam as kedudukannya lebih tinggi ketika ia melakukan dosa daripada sebelum ia melakukan dosa. YANG MENINGGIKAN KEDUDUKAN NABI ADAM ADALAH TAUBATNYA BELIAU..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak Adam pasti sering melakukan dosa dan kesalahan, dan SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERDOSA ADALAH ORANG YANG RAJIN BERTAUBAT”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, hasan)

Jika manusia tidak berdosa lalu bagaimana Allah SWT menampakkan kasih sayang-Nya pada kita, jg menampakkan rahmat-Nya, dan menampakkan keutamaan-Nya pada kita?

Sesungguhnya Allah SWT sangat senang bila mendengar kita bermunajat dan menghamba pada-Nya.

Seorang salaf pernah mengatakan: Rintihan orang-orang yang berdosa lebih disukai ALLAH SWT dibanding para pengucap tasbih yang hanya bersenandung lafadz..

Ketahuilah SENANDUNG PENGUCAP TASBIH acap kali BERCAMPUR RASA BANGGA DIRI, bangga akan kemampuan dirinya.. Sementara RINTIHAN ORANG BERDOSA DIHIASI KELULUHAN HATI DAN RASA AMAT MEMBUTUHKAN

Janganlah kita berkecil hati terhadap dosa-dosa kita tidak akan diampuni, karena itu menjadi prasangka buruk (su’udzon), padahal Allah SWT memiliki sifat Maha Pengampun kecuali apabila kita melakukan perbuatan syirik..

Jangan pula khawatir terhadap pandangan manusia lain dalam menebus dosa atau kesalahan.. Sebab jika ALLAH SWT YANG MAHA TINGGI saja mengampuni lalu kenapa sebagai manusia malah memendam kedengkian.. Apa kita lebih tinggi atau lebih hebat dari Nya?

Sekali lagi SENANDUNG PENGUCAP TASBIH BOLEH JADI BERCAMPUR RASA BANGGA DIRI, sementara RINTIHAN ORANG BERDOSA DIHIASI KELULUHAN HATI DAN RASA AMAT MEMBUTUHKAN

Hidup tanpa kedengkian itu indah.. Keindahan, kenikmatan dan kelezatan dalam hidup itu dengan penuh maaf, dengan hati penuh maaf. Penuh maaf tanpa pernah merasa tinggi karena merasa benar..

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH SWT MENGETAHUI SEDANG KM TDK MENGETAHUI”(Surah Al-Baqarah ayat 216)

Boleh jadi jiwa, ego dan kehidupan mu terusik atas perbuatan manusia lain tapi ketahuilah ALLAH SWT lebih Tau mana yang terbaik dalam lembaran hidupmu sedang kamu tidak.. Jika ALLAH SWT YANG MAHA TINGGI saja mengampuni lalu kenapa sebagai manusia malah memendam kedengkian..

Sesungguhnya Allah SWT sangat senang bila mendengar kita bermunajat dan menghamba pada-Nya.

Wahai manusia..
Rendahkanlah dirimu agar rendah pula hati mu.. Jauhkan dirimu dari hati yang tinggi apalagi sombong dalam..

Wahai manusia… Kerendahan hati menjadikan mu lebih manusiawi.. Kerendahan hati membuat mu lebih mulia..

Wahai manusia.. Dengarkan seruan Tuhanmu:

“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang beriman” (QS. Ali ‘Imran : 133).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s